Breaking News
Anak Yatim Ini Diusir dan Tinggal di Gubuk, Tetap Semangat dan Punya Impian Jadi Ulama

Anak Yatim Ini Diusir dan Tinggal di Gubuk, Tetap Semangat dan Punya Impian Jadi Ulama

Beritagan.com – Fridayul Akbar harus menjalani pahitnya hidup di usianya yang masih sangat muda, yakni 11 tahun. Begitu ayahnya meninggal karena sakit maag kronis, salah satu kerabat almarhum mengambil paksa rumah tersebut dan langsung mengusir Akbar, ibu dan 2 adiknya.

Kisah Akbar ini tertuang di taman lembaga sosial tingkat nasional, Rumah Yatim. org. Dikisahkan Akbar dan keluarganya tuna wisma dan tidak tahu bahwa mereka harus berlindung.

Semasa hidupnya, ayah Akbar bekerja serabutan. Apalagi banyak orang yang menganggur karena bekal belajarnya sedikit dan tidak memiliki keterampilan untuk bekerja selain hanya mengandalkan tenaga kerja.

“Pak Akbar sering menganggur, penghasilan dari serabutan kadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga Akbar,”

Di tengah ketidakpastian, kesimpulannya, ibunda Akbar memutuskan kembali ke rumah nenek Akbar agar 3 anak yatim piatunya tidak terlantar di jalanan.

Rumah nenek Akbar terletak persis di kaki Bukit Sekotong, Lombok. Rumah nenek Akbar bukanlah rumahnya sendiri, melainkan rumah pemilik kebun yang mempekerjakan nenek untuk mengurus kebun.

Rumah dengan dimensi 3×4 m ini lebih layak disebut gubuk. Biliknya terbuat dari dinding bambu seadanya, atapnya hanya ditutupi terpal yang sudah mulai berlubang.

Tak jarang Akbar dan 2 adiknya tidur dalam keadaan kedinginan dan saat hujan turun badan mereka basah kuyup.

“Mengatakan jauh dari layak huni bukan perkara mudah bagi Akbar sendiri untuk bisa berpisah dengan keluarganya,” tulis Panti Asuhan.

Bagi Akbar, ibunya benar-benar ibu yang tangguh. Tak hanya 2 adiknya, ibunda Akbar juga harus membiayai neneknya yang sering sakit. Seluruh pekerjaan dicoba oleh ibunya. Mulai dari menjadi pembantu rumah tangga, menjadi kuli bangunan, apalagi menjadi pemecah batu seperti laki-laki.

Saat bekerja sebagai pemecah batu, ibu Akbar harus menggunakan palu besar seberat 5 sampai 7 kg.

Lagi-lagi ujian kembali mengenai Akbar dan keluarganya. Pemilik kebun mengusir nenek Akbar karena alibi nenek Akbar tidak bisa lagi bekerja. Dalam keadaan bingung mau berteduh kemana lagi, ada seorang baik hati yang menawarkan tempat tinggal untuk Akbar, ibunya, 2 adiknya dan sang nenek.

Berat bagi Akbar menjalani konflik hidup yang harus dirasakan. Anak seusia Akbar harus melupakan masa-masa indah bermain bersama teman-temannya. Bagi Akbar, ada yang lebih berarti dari sekadar memenuhi keridhaan hatinya.

Akbar sangat ingin membantu ibunya bekerja. Akbar juga ingin mengejar cita-citanya menjadi ulama besar dan penghafal 30 juz Alquran.

Saat ini, Akbar tinggal di asrama Mataram. Ia ingin meringankan beban ibunya dan mengejar cita-citanya menjadi sarjana. Meski berat berpisah dengan ibu, adik dan neneknya. Akbar selalu memikirkan nasib ibu, adik, dan neneknya, takut tiba-tiba mereka harus pindah lagi.




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *