Breaking News
Berawal Dari Benjolan Kecil, Bu Kusniah Ternyata Alami Kanker Payudara

Berawal Dari Benjolan Kecil, Bu Kusniah Ternyata Alami Kanker Payudara

Beritagan.com – Tumbuh di desa sebagai anak buruh tani, impian Heni (21) sejak kecil adalah pergi melihat kemegahan Jakarta bersama keluarganya. Tak disangka, suatu hari ia dan ibunya, Ibu Kusniah (43), akhirnya berkesempatan ke sana. Kasihan.

Bukan untuk liburan dan keliling kota, melainkan untuk menemani Ibu Kusniah keluar masuk rumah sakit untuk mengobati kanker payudara yang bersarang di tubuhnya sejak tahun 2011.

Di negeri perantauan yang menurutnya sangat asing, Heni harus berjuang sendiri mengurus Bu Kusniah.

Semuanya berawal dari kebekuan dan membesarnya tonjolan di payudara Ibu Kusniah. Dari sebesar kelereng dan menurut Bu Kusniah bisa hilang dengan cara dikompres, menjadi seukuran kepalan tangan.

Pembesaran tonjolan disertai demam yang terus naik turun. Bukan hanya semalam, tapi berlangsung setahun.

Ibu Kusniah juga mudah lelah, bahkan sering pingsan setiap pulang dari membantu suaminya yang bekerja sebagai buruh tani di ladang orang.

Penghasilan suami Bu Kusniah banyak, hanya 50 ribu per hari. Harus menabung bertahun-tahun sebelum akhirnya Bu Kusniah bisa berobat ke RSUD.

Begitu diperiksa, Ibu Kusniah langsung didiagnosis menderita kanker payudara dan fasilitas yang terbatas membuat para dokter setempat angkat tangan.

Berbekal biaya pinjam ke tetangga, Ibu Kusniah pun mengikuti saran dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Jakarta. Ia ditemani oleh Heni, anak kedua mereka.

Karena tidak ada saudara atau sanak saudara, Ibu Kusniah dan Heni harus tinggal di rumah singgah. Bu Kusniah mengira dia dan Heni hanya akan tinggal di sana paling lama seminggu.

Sial. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kanker payudara Ibu Kusniah sudah mulai menyebar ke tulang karena sudah lama tidak diobati.

Operasi pembesaran payudara harus segera dicoba. Ibu Kusniah juga harus menjalani kemoterapi dan pengobatan antibiotik secara teratur, setidaknya sampai kondisinya membaik. Jika tidak, sel kanker yang sudah sangat ganas itu bisa semakin menggerogoti tubuh Ibu Kusniah hingga kehabisan nyawa.

Sebagai salah satu dari mereka yang mendampingi Bu Kusniah, saat ini Heni sedang bimbang. Tumbuh dewasa tidak hanya berarti biaya rumah sakit, tetapi juga biaya hidup untuk dia dan ibunya di Jakarta.

Sedangkan bapak yang di desa hanya bisa mengirim 150 ribu per minggu. Separuh dari uang itu juga harus digunakan untuk membayar biaya keamanan tempat penampungan, sehingga mereka seringkali harus rela pergi tanpa makanan untuk menghemat uang.

Demi bonus uang tunai, Heni menawarkan jasa bersih-bersih atau mencuci pakaian kepada sesama pengurus rumah singgah dan warga sekitar. Namun, dia tidak mendapatkan banyak.

Bantu Donasi




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *