Breaking News
Berprofesi Sebagai Tukang Cukur, Intip Tarif Pak Ledang Sekali Cukur

Berprofesi Sebagai Tukang Cukur, Intip Tarif Pak Ledang Sekali Cukur

Beritagan.com – Hidup dengan anggota tubuh yang lengkap saja kadang terasa sulit, apalagi jika salah satu anggota tubuh kita hilang dan tidak berfungsi.

Pak Ledang salah satunya, dia adalah penyandang disabilitas mandiri. Beliau tinggal di Desa Culik, Kec. Abang, Karangasem Bali bersama ibunya yang sudah lanjut usia. Made Ledang tidak punya keluarga, dia tidak punya istri dan anak yang bisa menjaganya.

Di usianya yang sudah setengah abad, ia masih berjuang keras mencari uang dan tidak pernah mengemis, meski tidak memiliki kaki yang sempurna untuk berjalan.

Pak Ledang lumpuh sejak kecil, umur 1 tahun karena polio. Tetapi dia tidak pernah menganggap situasinya sebagai penghalang. Pak Ledang percaya kalau kita berusaha pasti Tuhan akan bagikan jalannya.

Untuk menyambung hidup, Pak Ledang bekerja sebagai tukang cukur keliling. Dengan merangkak ia berjalan kesana kemari menawarkan jasa cukur.

Ini bukan perkara mudah. Pasalnya, cuaca Bali yang panas membuat jalanan aspal menjadi sangat panas. Tak ayal tangan dan lutut Pak Ledang melepuh karena terbakar.

“Aspal di jalan kadang panas sekali, tangan saya sering melepuh, saya tidak mampu membeli sendal, syukuri saja, artinya saya masih mencari rejeki yang halal, bukan mengemis”

Belum lagi dia sering khawatir truk besar akan lewat dan angin kencang bertiup ke arahnya. Tinggi badannya yang tidak mencapai satu meter kerap membuatnya nyaris jatuh.

Dalam satu hari Pak Ledang berkeliling 3 desa dari pagi hingga sore hari. Jaraknya mendekati 5 kilometer dan dilalui dengan merangkak karena tidak memiliki kendaraan dan tidak memiliki uang untuk naik angkutan umum.

Made Ledang hanya bisa bekerja 3 hari dalam seminggu. Karena setiap kali berhenti keluyuran, badannya pegal-pegal, kadang tangan atau lututnya sobek terkena aspal. Sehingga ia harus istirahat setelah seharian mengembara.

Dalam seminggu ia hanya bisa mengumpulkan hampir Rp. 50.000. Jumlahnya tidak banyak karena biaya cukurnya hanya ikhlas. Apalagi, jika dia melihat pelanggannya juga tidak mampu, dia akan membebaskan biaya cukur gratis.

Walaupun pekerjaan ini sangat menguras tenaga, Pak Ledang sering tidak makan sebelum bekerja karena harus menabung nasi yang dimilikinya, yang berarti ibunya yang sudah tua bisa makan sendiri.

Bantu Donasi




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *