Breaking News
Bikin Haru, Demi Pengobatan Adik Sifa, Ayahnya Sampai Hemat Makan dan Meninggal

Bikin Haru, Demi Pengobatan Adik Sifa, Ayahnya Sampai Hemat Makan dan Meninggal

Beritagan.com –

Sejak lahir 35 hari ke dunia, Sifa menderita hidrosefalus. Hingga kini, Sifa sering kejang-kejang dan hidup menderita karena kepalanya terus terasa berat. Badannya kurus tinggal tulang.

Sifa juga merasakan sakit lain di hatinya. Sakit akibat hidrosefalus juga mempertaruhkan nyawa ayahnya.

Semuanya berawal ketika Sifa sakit parah karena demam. Saat itu, usianya baru 35 hari di dunia sejak lahir pada 4 Maret 2013.

Karakter cilik juga sering kejang-kejang. Ayah dan ibunya harus membawanya ke rumah sakit. Balita kecil harus rutin diberi obat untuk minggu depan.

Namun, saat pemeriksaan rutin di posyandu, kepala posyandu mengatakan bahwa lingkar kepala Sifa membesar tidak wajar. Ia menyarankan Sifa untuk menemui dokter.

“Saya takut hidrosefalus,” katanya.

Tidak butuh waktu lama bagi Sifa untuk dibawa ke rumah sakit keesokan harinya. Dan hal-hal yang ditakutkan juga benar adanya. Pada hari yang sama, Sifa didiagnosis menderita hidrosefalus.

Pada hari yang sama dokter menyarankan untuk dilakukan operasi, menyedot kelebihan cairan yang ada di kepala Sifa.

Tentu saja keputusan pembedahan itu tidak mudah. Biaya nya besar. Ayah memang memiliki penghasilan tetap dari pekerjaannya sebagai buruh toko bangunan. Tapi itu tidak akan cukup.

Kesimpulannya, mereka terpaksa menunda operasi dan lebih banyak memilih rawat jalan.

Setelah beberapa bulan, tampaknya pengobatan rawat jalan tersebut cukup berhasil. Kepala Sifa tidak terlihat bengkak. Mengonsumsi cairan di kepala Sifa juga dilakukan secara rutin.

Namun, kabar baik itu tidak bertahan lama.

Sifa menjadi lebih sering demam dan kejang. Tak satu pun makanan masuk ke perut Sifa. Perkembangannya juga melambat. Saat ini kepala Sifa tampak membengkak karena halilintar.

Melihat situasi ini, Anda tidak ingin tinggal diam. Anda berniat untuk bekerja lebih keras. Mencari pekerjaan lain tidak hanya menjadi pekerja toko konstruksi.

Bekerja serabutan juga merupakan pekerjaan sampingan. Mulai dari menjadi pekerja panggilan hingga menjadi tukang parkir, semua sudah Anda coba. Asalkan bisa menabung untuk membayar kesembuhan Sifa.

Kalau bisa, uangnya akan dikumpulkan untuk operasi Sifa.

Belum lagi mereka masih memiliki 2 orang anak tertua yang masih wajib sekolah.

Namun, penyembuhan Sifa harus dihentikan. Pada 2016, Ayah jatuh sakit. Itu karena Anda sangat lelah bekerja dan memiliki pola makan yang tidak teratur.

Apalagi Anda rela tidak makan untuk menghemat uang.

Pada tahun 2017, Tuhan memanggil Bpk.

Tidak ada lagi tulang punggung keluarga.

Tidak ada lagi pembayaran untuk penyembuhan Sifa.

Ini adalah tahun terberat bagi Sifa.

Saat ini semua tergantung Ibu. Ia masih selalu berjualan keripik dan bekerja sebagai tukang setrika dengan gaji kecil.

Bagaimanapun, Ibu tetaplah seorang Ibu. Mereka yang tidak bisa bekerja maksimal seperti mendiang Pak He harus selalu menjaga dan memberi makan Sifa yang tubuhnya benar-benar kosong tulang.

Hanya ada ibu yang memegang kepala besar Sifa. Biaya penyembuhan juga tidak dapat dipungut. Lagi-lagi tubuh Sifa yang kejang-kejang terus melilit dan kepala Sifa terus membengkak.

Bantu Donasi




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *