Breaking News
Bikin Sedih, Usai Diusir dari Kontrakan Pasutri dan Bayinya Kini Tinggal di Gerobak Sampah

Bikin Sedih, Usai Diusir dari Kontrakan Pasutri dan Bayinya Kini Tinggal di Gerobak Sampah

Beritagan.com –

Rizka Ananda Gadis sedang berkunjung ke rumah ayah dan ibunya di Jalur Belatuk, Desa Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang. Dalam salah satu percakapan, ibu dan ayah itu menceritakan bahwa ada pasangan suami istri dan bayi mereka tinggal di gerobak sampah. Lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal orang tua Rizka.

Masih menurut penuturan ibu dan ayah, orang-orang dekat berhasil membujuk pasangan tersebut untuk tetap tinggal di rumah warga. Namun, mereka menolak dengan alibi mengkhawatirkan masalah.

Usai mendengar cerita tersebut, Rizka pun berinisiatif melihat langsung situasi keluarga yang diceritakan ibu dan ayahnya. Ia mendekati sebuah gerobak yang sepintas tampak seperti gerobak yang digunakan untuk mengangkut sampah di sekitar kawasan pemukiman.

“Posisi di pinggir Jalur Belatuk sebelah tong sampah ada gerobak, jadi mungkin orang mengira itu gerobak sampah biasa. Padahal disana ada orang yang tinggal. Tempatnya persis di depan posisi pemulung, ” ucap Rizka.

Ia sangat terkejut ketika menciptakan Muhammad Aditya, balita yang baru berusia 1 bulan dan ibunya Yanti ternyata tinggal di gerobak sampah yang jauh dari layak. Gerobak-gerobak beratap kardus yang dipagari spanduk-spanduk seadanya juga tak mampu melindungi mereka dari hujan yang turun kala itu.

“Waktu itu mereka masih hujan, jadi adik bayi itu menggigil. Saya juga membujuk mereka untuk mau menginap di rumah orang tua saya, mereka juga menolak,” kata Rizka. Karena tidak tahan dengan kondisi balita tersebut, ia kemudian menghubungi relawan Samarinda untuk mengevakuasi balita tersebut.

“Menyakitkan melihat mereka di tengah hujan dan menggigil, karena saya juga punya anak balita. Jadi saya pergi ke relawan dan inisiatif untuk memposting di media sosial, kalau-kalau ada orang lain yang mau membantu,” katanya.

Mereka juga menyimpulkan bahwa mereka bersedia dipindahkan ke tempat penampungan untuk sementara waktu setelah dibujuk oleh relawan, untuk memeriksa kesehatan balita. Arisna menjadi salah satu relawan yang membantu proses evakuasi keluarga ini ke salah satu shelter di jalur Dokter Sutomo, Gang 4A. Ia juga terbuka untuk dorongan dari para donatur, untuk menyediakan perlengkapan bagi balita tersebut. “Kami masih sangat membutuhkan perlengkapan balita, karena saat kami evakuasi, kondisi balita kemarin hanya memiliki sedikit pakaian dan hanya ada satu selimut yang digunakan saat itu. Jadi saat itu dia tidur tanpa alas,” kata Arisna.

Dilaporkan mulai Selasa. com, saat ini balita tersebut dalam keadaan sehat. Namun, banyak ditemukan bintik-bintik merah seperti sisa-sisa gigitan nyamuk di sekujur tubuh balita selama berada di dalam gerobak.

“Saat ini kami masih mendiskusikan bagaimana dan dimana mereka akan tinggal kedepannya, karena mereka telah tinggal di Shelter ini selama 3 bulan. Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah juga, apalagi saat ini tidak sedikit masyarakat yang terlantar dan kesulitan di Samarinda,” ujarnya.




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *