Breaking News
Kejam, Oknum Lurah dan Guru Agama Cabuli Anak di Bawah Umur

Kejam, Oknum Lurah dan Guru Agama Cabuli Anak di Bawah Umur

Beritagan.com –

Seorang kepala desa dan guru agama di Tanjung Pinang, Kepulauan Riah ditangkap polisi setelah dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Aksi ini diketahui sudah berulang kali dilakukan terhadap korban.

Perbuatan bejat para lurah dan ustadz juga dilakukan terhadap teman-teman korban yang masih di bawah umur. Sehingga, keluarga korban berang dan melaporkannya ke pihak berwajib.

Perbuatan bejat itu dilakukan oleh kepala desa bersama Erwan dan seorang guru agama bernama Ramdoni Zaky, kepada seorang anak berusia 13 tahun. Parahnya lagi, korbannya adalah keponakan kepala desa.

Kapolsek Tanjung Pinang, AKBP Fernando menjelaskan, dari hasil pemeriksaan polisi, tersangka Lurah telah melakukan pelecehan seksual kepada keponakannya sebanyak 15 kali dan telah dilakukan sejak tahun 2020.

Selain itu, Fernando mengatakan bahwa tersangka dari kepala desa juga telah melakukan tindakan bejat ini kepada seorang teman korban yang berusia 11 tahun.

Sementara itu, pencabulan yang dilakukan oleh oknum ustadz sebelumnya sudah terjadi pada korban, yaitu sekitar tahun 2019.

“Sebelum dicabuli oleh lurah, korban sempat bercerita bahwa dirinya pernah dianiaya oleh gurunya. Kisah di balik lurah kemudian mencabuli korban,” jelas Fernando dikutip dari liputan tvOneSenin 31 Mei 2021.

Sementara itu, Fernando menjelaskan, kasus ini masih dalam penyelidikan Bareskrim Polres Tanjung Pinang dengan memeriksa sejumlah saksi dan teman korban yang juga menjadi korban pelecehan seksual oleh lurah.




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *