Breaking News
Kisah Haru Anak Lahir Tanpa Hidung, Kedua Orang Tua Berjuang Untuk Kesembuhan

Kisah Haru Anak Lahir Tanpa Hidung, Kedua Orang Tua Berjuang Untuk Kesembuhan

Beritagan.com – Bagas lahir pada tanggal 5 Januari 2021, sudah 2 tahun sejak kelahirannya ke dunia yang dinantikan oleh kedua orang tuanya. Sayangnya, anak pertama Bu Windi dan Pak Dede ini lahir dengan keadaan yang sedikit berbeda.

Selama dia punya Bagas, Bu Windi tidak menemui kejanggalan. Saat di USG, dokter yang memeriksa hanya mengatakan bahwa anak Bu Windi memiliki hidung yang agak pesek.

Hal-hal ganjil baru muncul saat mendekati Perkiraan Ulang Tahun. Saat merambah HPL, Pak dede sigap membawa istrinya ke bidan. Namun, bayi yang baru lahir tidak pernah muncul. Apalagi hari lahirnya pindah ke 2 minggu.

Setelah berhari-hari menunggu, akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Bagas lahir ke dunia untuk pertama kali bertemu ayah dan ibunya. Melihat kondisi anaknya yang tidak punya hidung, tiba-tiba kedua orang tua baru itu menangis.

Tidak hanya tidak memiliki lubang hidung, satu matanya juga tidak terbuka penuh. Hidup Bagas saat ini bergantung pada tabung oksigen di mulutnya. Hanya dengan dorongan peralatan, dia selalu bisa bernafas.

Sedangkan untuk minum susu harus menggunakan pipet, karena Bagas tidak bisa minum susu seperti balita pada umumnya.

Akibat kondisinya itu, Bagas saat ini harus menjalani pemeriksaan rutin di rumah sakit dokter. Sardjito. Tak hanya itu, Bagas harus segera menjalani operasi pembuatan lubang hidung. Karena jika tidak, bisa membahayakan pernapasannya. Tapi biaya operasinya pasti tidak murah.

Pak Bagas tidak mampu membiayai operasinya. Alih-alih membayar biaya operasi, gajinya sebagai buruh bangunan seringkali tidak cukup untuk makan. Upah 80 ribu/hari itu sebagian besar digunakan untuk membayar kontrol dan membeli tabung oksigen. Pak Dede biasa membeli tabung oksigen di bengkel sepeda dengan harga 30rb/tabung.

Belum lagi keluarga ini tinggal bersama keluarga besarnya di rumah orang tua Pak Dede, di Cilacap. Rumah itu juga dihuni oleh kakak dan adik Pak Dede.

“Namanya juga di kampung ya, hidup sederhana saja. Kalau makan seadanya saja. Bisa makan hari ini saja sudah bersyukur. Artinya tidak ada anggota keluarga yang kelaparan,” ujar Pak Dede.

Klik Disini Bantu Donasi




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *