Breaking News
Kisah Haru Ibu dan Anak Tuna Netra Berjuang Bertahan Hidup Bersama

Kisah Haru Ibu dan Anak Tuna Netra Berjuang Bertahan Hidup Bersama

Beritagan.com – Nenek Masri (73 tahun) dan Sudirman (34 tahun) keduanya adalah ibu dan anak Tunarungu dan Tunanetra sejak kecil. Suami Nek Masri sudah lama meninggal.

Sebelumnya nenek Masri masih bisa melihat, namun 5 tahun terakhir matanya tertutup semacam katarak, sehingga tidak bisa melihat lagi. Tidak ada waktu untuk pergi ke dokter karena tidak ada lagi yang mencari uang.

Saat ini Nenek Masri dan anaknya 2 orang buta hidup dalam kondisi memprihatinkan. Mereka tinggal di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerbarang (Tegal), di sebuah gubuk tak berpenghuni tanpa jamban, untuk kebutuhan air bersih, Pak Sudirman mengambil air dari sumur.

Untuk kegiatan mencuci dan memasak, jika ada yang bisa dimasak, Pak Sudirman bisa memasaknya sendiri karena cukup mengetahui isi rumah dan sekitarnya. Namun memang dengan kelemahan fisiknya, Pak Sudirman sama sekali tidak bekerja.

Orang lain merasa miris melihat kondisi Nenek Masri dan Pak Sudirman yang sama-sama buta dan tidak punya penghasilan sama sekali. Saat ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka berdua hanya makan jika ada dorongan dari orang lain. Ketika orang lain tidak ingat, mereka berdua hanya menahan lapar seperti orang berpuasa.

“Kalau ada yang bisa dimakan, kita makan. Kalau tidak ada ya kita puasa, artinya kita tidak mengemis,” kata Pak Sudirman.

Nenek Masri dan ayah Sudirman saat ini sangat bingung tentang perlunya puasa dan mendekati lebaran mereka pasrah saja.

Tidak ada persediaan beras dan bahan makanan untuk berbuka puasa. Setiap hari hanya menunggu orang yang tega makan enak dan makan ayam. Ketika tidak ada yang membantunya untuk kebutuhan makan, Pak Sudirman meminta beras terlebih dahulu ke warung ketika rejeki Pak Sudirman datang langsung membayarnya.

“Manusia yang sangat dicintai Allah adalah manusia yang sangat bermanfaat dan bermanfaat bagi manusia lainnya. Sedangkan amalan yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan kepada orang lain atau menghapus kesulitan orang lain, atau menambah hutang orang yang tidak mampu membayarnya, atau memberi makan kepada orang yang lapar, dan jika seseorang berjalan untuk membantu orang yang dalam kesulitan, itu lebih dari saya. lebih memilih untuk memberikan tikaf di masjid saya selama satu bulan.” (Diriwayatkan oleh Thabrani).

Bantu Donasi




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *