Breaking News
Kisah Inspiratif, Kakek di Suriah Rawat 11 Cucu Yatim Piatu Akibat Korban Perang

Kisah Inspiratif, Kakek di Suriah Rawat 11 Cucu Yatim Piatu Akibat Korban Perang

Beritagan.com – Perang Suriah telah memisahkan Abderrazaq Khatoun dari istri dan 13 anaknya. Tapi dia terpaksa mengatasi kesedihannya dengan cepat untuk membesarkan 11 cucunya yang yatim piatu. Di sebuah kamp di kubu pemberontak besar terakhir Suriah di Idlib, orang mengatakan Khatoun memiliki julukan “bapak para martir” dan ingin melakukan segalanya untuk mempersiapkan anak-anak demi masa depan yang lebih baik.

Melarikan diri dari rumah asalnya di provinsi Hama tengah, Khatoun dan 30 anggota keluarga yang masih hidup telah mendirikan 4 tenda di sebidang tanah yang dikelilingi kebun zaitun di desa Harbanoush.

Mengutip dari The National News, sebelum perang Khatoun adalah seorang petani dan ayah dari 27 anak yang lahir dari 3 istri berbeda. Namun konflik Suriah yang memasuki tahun kesebelas bulan ini telah menghancurkan sebagian besar keluarganya untuk selama-lamanya.

“Saya kehilangan 7 anggota keluarga, istri dan anak-anak saya,” katanya. Matanya dipenuhi air mata saat dia mengeluarkan ponselnya dan memutar rekaman petugas penyelamat yang mencari puing-puing setelah penyerbuan.

“Dalam sekejap, saya kehilangan segalanya,” kata Khatoun, berjuang untuk mengingat waktu kejadian yang tepat.

Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 387.000 orang dan menelantarkan lebih dari setengah populasi sebelum perang negara itu sejak dimulai pada 2011 dengan keluhan anti-pemerintah. Tapi Khatoun mengatakan dia tidak menyesal.

“Kehilangan seorang anak memang menyedihkan, tetapi mempertahankan tanah Anda membutuhkan pengorbanan dan saya bangga dengan mereka,” katanya tentang putranya yang tewas di medan perang.

Ia berharap suatu saat nanti, keadilan bagi anak-anaknya akan ditegakkan. Sementara itu dia berkata bahwa dia akan melakukan apa saja untuk cucunya.

“Saya ingin mengajari anak-anak mereka bahwa pengorbanan diperlukan untuk membela apa yang benar dan menjalani hidup dengan bermartabat. Saya berharap mereka hidup bahagia dan mereka mengingat kisah ayah mereka yang mempertaruhkan dirinya untuk mempertahankan tanah kami,” katanya.

Di dalam salah satu tenda keluarga, 11 cucu Tuan Khatoun berjongkok untuk makan roti pipih, buah zaitun, dan timi kering yang dibasahi minyak zaitun.

“Kadang kami kelaparan, dan kadang kami makan,” kata Khatoun menjelaskan bahwa dia sudah terlalu tua untuk bekerja.

Batoul, salah satu menantu Khatoun yang menjanda, membantunya menjaga anak-anak. Beberapa anak Khatoun yang masih hidup meninggalkan Suriah yang dilanda perang untuk mencari kehidupan yang lebih baik di negara tetangga, Turki dan Lebanon.

“Kami sangat menderita, tetapi ayah mertua saya bekerja keras untuk memberi kami kehidupan yang bermartabat,” kata Batoul saat berduka atas mendiang suaminya.




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *