Breaking News
Kisah Inspiratif Nenek 70 Tahun ini yang Memilih Menjadi Petani Daripada Harus Mengemis

Kisah Inspiratif Nenek 70 Tahun ini yang Memilih Menjadi Petani Daripada Harus Mengemis

Beritagan.com –

Nenek Poniyem berasal dari Dusun Slamet RT 02 RW 08 Desa Meteseh, Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Hidup sangat miskin, Poniyem (70) tidak mau menjadi pengemis. Nenek yang kesepian memilih untuk bertahan hidup sebagai petani. Nenek Poniyem, warga Dusun Slamet RT 02 RW 08 Desa Meteseh, Boja, Kabupaten Kendal. Dia rela menjadi buruh tani demi sesuap nasi.

Poniyem tidak mau menyerah. Dia ingin terus bergerak. Dia percaya pada filosofi Jawa, “ora obah ora mamah”. Jika Anda tidak bekerja dan bekerja, Anda tidak akan bisa hidup.

Menurutnya, keterbatasan bukan untuk disesali tapi untuk menguatkan energi diri tanpa harus mengharap belas kasih dari orang lain. Begitulah keyakinan Poniyem yang membuatnya sampai saat ini masih bertahan

“Kalau kita tidak bekerja dan bekerja, maka kita tidak akan bisa hidup. Saya hidup sendiri, tidak ada yang menemani saya,” jelas Poniyem seperti dikutip dari Suara Jawa Tengah. id, Kamis (30/7/2020).

Setiap hari, Poniyem tidak memiliki pekerjaan tetap. Dia hanya bekerja serabutan. Saat panen padi, ia ingin menjadi buruh tani atau dalam bahasa Jawa “nderep”.

Di lain waktu, pada musim kemarau, ia akan sering pergi ke hutan dan lahan untuk mencari kayu bakar. Atau setelah panen padi, dia ingin mencari tanaman genjer di sawah untuk dijual ke orang berikutnya.

“Ya, anehnya saya orang desa yang tidak punya apa-apa. Untuk hidup harus bekerja,” katanya.

Ia menyesal karena Poniyem hanya hidup sendiri tanpa memiliki keluarga.

“Sejak Maret 2020, tanah itu milik ibu saya Kumiati,” katanya.

Sebelumnya, lanjut Tri, Poniyem menempati rumah di atas tanah milik orang lain. Ia harus pindah karena posisi rumah tersebut akan dijadikan akses pemilik tanah yang telah dijualnya kepada pengembang properti.

“Iya Bu, maaf, kebetulan ada tanah kosong, jadi Mbah Poniyem disuruh menempati tanah itu,” katanya.

Tanah tersebut awalnya adalah tanah kosong, setelah mengetahui nasib Poniyem, kesimpulannya masyarakat setempat bergotong royong membangun rumah Poniyem walaupun masih kecil.

“Baru satu bulan proses bangun rumah. Tapi ya masih belum ada kamar mandi dan lantainya masih tanah,” imbuhnya.

Dari cerita nenek Poniyem, kita dapat menyimpulkan bahwa bekerjalah selagi bisa dan jangan pernah mengemis. Sehat terus ya nenek




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *