Breaking News
Kisah Sedih Mbak Nur, Alami Kerusakan Otak Selama 26 Tahun

Kisah Sedih Mbak Nur, Alami Kerusakan Otak Selama 26 Tahun

Beritagan.com – Tidak hanya kerusakan otak yang menggerogoti tubuh Bu Nur, tapi juga tumor ganas di bagian atas hidungnya! Selama 26 tahun, Mbak Nur hanya bisa terbaring di atas ranjang. Pak Mbak Nur telah meninggal dunia saat masih balita. Untuk memperjuangkan kesembuhan Bu Nur, Ibu Sulastri sebagai orang tua tunggal bekerja sebagai pembantu dan hanya dibantu oleh kakeknya yang sudah sangat tua.

Ibu Nur didiagnosa hidrosefalus sejak lahir. Penyakit itu menyebabkan cairan terus menumpuk di rongga kepala, menekan otak dan membatasi perkembangan Mbak Nur. Mbak Nur kecil harus segera dibawa untuk dioperasi agar bisa sembuh. Mirisnya, sebelum berhasil mengumpulkan uang, sang ayah sudah lebih dulu kembali ke pangkuan Tuhan.

Sebagai orang tua tunggal, ibunda dari Ibu Nur, Ibu Sulastri, tidak bisa berbuat banyak. Keringatnya sebagai anggota rumah tangga hanya dibayar 30 ribu per kehadiran. Tak hanya tanggungan Mbak Nur, tapi juga 2 adik Mbak Nur. Saat usianya 4 tahun dan semakin sering kejang, akhirnya Ibu Nur dibawa kembali ke rumah sakit.

Setelah Ibu Nur diperiksa, keputusan yang berulang kali pahit itu harus ditelan oleh Ibu Sulastri. Semuanya sudah terlambat. Otak Mbak Nur rusak parah dan penyakitnya juga bertambah. Tumor ganas mulai tumbuh dan membengkak di bagian atas hidung Mbak Nur!

Dokter mengatakan bahwa otak Ibu Nur, yang strukturnya telah hancur total, tidak dapat dipulihkan lagi. Jika otak Mbak Nur dioperasi, dia malah akan kehabisan nyawa. Salah satu pengobatan yang masih bisa dilakukan adalah perawatan intensif untuk membantu Ibu Nur bertahan hidup dan tindakan medis untuk mengangkat tumor ganas tersebut.

Sungguh miris, sampai saat ini usaha Bu Sulastri belum membuahkan titik terang. Ibu Sulastri tidak pernah mampu membiayai pengobatan dan pengobatan Ibu Nur karena biaya yang dibutuhkan mencapai 80 juta. Mbak Nur pun harus menghabiskan 26 tahun hidupnya hanya berbaring di atas kasur tipis di rumah reyot yang akan bocor jika hujan turun. Selama jalan-jalan di Borobudur, untuk makan dan minum, Ibu Nur masih harus dibantu peralatan makan yang harus digunakan oleh balita.

Saya tidak tahu apakah Mbak Nur mampu bertahan lebih lama jika kondisi ini terus berlanjut. Sangat miskin. Wajah Ibu Nur semakin hari semakin rusak karena tumor terus menggerogotinya dan hampir setiap hari kejang-kejang. Jika kebetulan Bu Sulastri ada di rumah, Bu Nur bisa memegang tangan ibunya untuk menahan rasa sakit. Namun saat Ibu Sulastri sedang bekerja, Ibu Nur hanya bisa mengerang menahan sakitnya sendiri. Kakek yang dititipkan Ibu Sulastri untuk membantu menjaga Ibu Nur saat bekerja sudah sangat tua, tidak bisa berbuat apa-apa.

Bantu Donasi




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *