Breaking News
Melawan Penyakit Radang Otak, Saepul Bermimpi Jadi Ustad, Simak Kisah Sedihnya

Melawan Penyakit Radang Otak, Saepul Bermimpi Jadi Ustad, Simak Kisah Sedihnya

Beritagan.com –

Ketika anak seusianya bisa asyik nongkrong bersama teman-temannya, Saepul (19) memilih membantu ayahnya berjualan bakso. Saepul tidak tamat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena tidak ada bayaran, sambil membantu ayahnya, Saepul memilih masuk pesantren untuk memperdalam ilmu agamanya dan kemudian menjadi Ustadz. Sayangnya, mimpinya tiba-tiba sirna ketika Meningitis (Radang Otak) menggerogoti otaknya, melumpuhkan kesadarannya.

“Pul… cepat sembuh nak, cepat sembuh nak… lanjutkan cita-cita Saepul menjadi Ustadz ya nak…”

Tak kuasa menahan air matanya, Ibu Hasanah menatap dan mengelus kepala putra sulungnya, Saepul, yang terbaring lemah koma. Tanpa operasi, nyawa Saepul bisa terancam menjelang Hari Raya tiba

Sebelumnya, Saepul merupakan anak yang cerdas dan berbakti kepada orang tuanya. Karena orang tuanya tidak mampu membiayai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Saepul, ia tidak lulus. Tapi dia tidak pernah menyeringai dan bahkan bersemangat ketika ditawari masuk ke pesantren. Saepul ingin memperdalam ilmu agamanya dan kelak menjadi Ustadz.

Di tengah kesibukannya di Pondok, Saepul tak pernah lalai membantu ayahnya berjualan bakso, yang karena pandemi justru terus sepi pelanggan.

Suatu hari, Saepul mengalami demam dan batuk yang tidak kunjung sembuh. Dokter mendiagnosa Saepul mengidap TBC. Karena keterbatasan biaya, Saepul hanya berobat jalan.. Namun.. Kondisinya semakin parah, berat badannya semakin habis dan Saepul mudah lemas.

Saepul adalah anak yang tidak sering mengeluh sakit. Jika dia merasakan sesuatu, dia ingin menyimpannya untuk dirinya sendiri karena dia tidak ingin mengganggu orang tuanya, tetapi hari itu, Saepul mengalami demam tinggi hingga menggigil, mengigau, dan mengerang sakit di kepalanya. meringis berarti dia sudah merasakan sakit yang luar biasa.. Benar saja, Saepul pingsan belum lama ini

Di bagian gawat darurat rumah sakit, Saepul dinyatakan koma. Tiba-tiba dunia ayah dan ibu runtuh.. Ada apa dengan anak itu? Hingga kini, Saepul masih berjuang untuk tinggal di ICU. Kesadarannya menurun tetapi dia masih bisa mendengar dari dekat.

Ibu Hasanah dengan setia berjaga di sampingnya, berdoa, mengirimkan shalawat dan membacakan Saepul ayat suci Alquran. Tidak ada reaksi dari anaknya, hanya air mata yang mengalir di pipinya.

Duka atas kondisi Saepul belum juga usai, bapak ibu harus dihadapkan pada kenyataan biaya perawatan ICU yang terus meningkat setiap hari, Saepul juga harus menjalani operasi Meningitis untuk bertahan hidup. Karena otaknya bisa habis dimakan bakteri

Setiap hari Pak Dada Wiyanta, Pak Saepul berjualan bakso. Karena sepi karena pandemi, hasil yang didapat setiap hari hanya cukup untuk makan, itupun sehari sekali saya bersyukur… Tidak ada tabungan, apalagi sisanya untuk membayar operasi Saepul… Cuma untuk jaminan ke rumah sakit, mereka hanya mampu menyalurkan 200 ribu

Bantu Donasi




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *