Breaking News
Mengidap Kaki Gajah, Ibu Ini Tetap Berjuang untuk Jualan Sapu Lidi Supaya Bisa Bertahan Hidup, Walaupun Hanya Dapat Upah 5 Ribu Rupiah

Mengidap Kaki Gajah, Ibu Ini Tetap Berjuang untuk Jualan Sapu Lidi Supaya Bisa Bertahan Hidup, Walaupun Hanya Dapat Upah 5 Ribu Rupiah

Beritagan.com –

Papuk Nurjannah berjalan puluhan kilo setiap hari meski kakinya sakit karena kaki gajah. Papuk harus terus berjalan agar bisa mendapatkan banyak pembeli untuk ikan-ikan kecil yang dijualnya. Papuk berjalan sambil membawa baskom di kepalanya berisi ikan. Kalau dagangannya laku, Papuk Nur sehari bisa dapat Rp 5.000, tapi kalau tidak ada yang mau beli ikan, Papuk pulang dengan tangan hampa.

Papuk Nur hidup sendiri, jika tidak bekerja, ia akan terus kelaparan karena tidak ada orang yang merawatnya. “Saya selalu merasa lelah, terutama ketika saya berjalan karena kaki saya juga sakit. Tetapi jika Anda tidak mendapatkan uang, Anda tidak bisa makan. Ya Allah mudahkan saya,” kata Papuk Nur.

Dengan kondisi fisik yang sering di sakiti, Papuk Nur pantang menyerah. Selain menjual ikan kecil, Papuk juga membuat sapu lidi untuk dijual. Sapu tersebut dijual seharga Rp. 2.000 per ikat. Terkadang ada orang yang membeli sapu papuk, namun seringkali hanya menjadi tumpukan sapu lidi untuk sementara waktu.

“Uang yang didapat dari menjual sapu juga tidak pasti, kadang ada yang beli seikat atau 2 ikat. Alhamdulilah sama Papuk bisa beli makanan untuk memblok perutnya,” kata Papuk Nur dengan berlinang air mata.

Penghasilan Papuk Nur jauh dari mencukupi, ia sering merasa lapar. Maka Papuk mencari pekerjaan tambahan agar uang yang didapatnya juga bertambah. Mencari barang rongsokan juga merupakan pekerjaan sampingan lain yang dilakukan oleh Papuk.

“Papuk harus terus melakukan apa saja untuk mencari nafkah. Tuhan masih memberikan kesempatan kepada Papuk untuk bekerja, Papuk tetap bisa berjalan walaupun pincang. Papuk tidak mau hanya duduk-duduk menunggu belas kasihan orang lain. Tuhan akan memberikan rezeki, tapi jika Papuk tidak menjemputnya dengan susah payah, bagaimana rezekinya datang? Meski sakit, Papuk bersyukur kepada Allah karena masih bisa berjalan dan bekerja,” kata Papuk sambil terisak.

Setiap hari ia bekerja, Papuk Nur mendapat penghasilan Rp 5.000 – 10.000. Uang itu harus ditabung karena Papuk Nur tidak tahu apakah besok ia akan mendapat penghasilan atau tidak. Apalagi dengan biaya sewa bulanan Rp 250.000, Papuk harus bisa menghemat uang yang didapatnya. “Papuk sudah menunggak 2 bulan dan belum bisa bayar sampai sekarang. Kalau bulan depan tidak bisa bayar lagi, Papuk takut digusur ke jalan. Papuk sendirian dan tidak tahu harus kemana lagi,” bisiknya.

Kaki gajah Papuk Nur harus diamputasi, tapi Papuk tidak mau. “Kalau Papuk tidak punya kaki, bagaimana Papuk mencari uang? Papuk tidak akan bisa berjalan lagi. Nah kalau kakinya sakit, sebaiknya papuk istirahat dulu. Jika Anda berkeliling menjual ikan, Anda akan berhenti di pinggir jalan terlebih dahulu, lalu lebih baik mulai berjalan lagi. Meski harus mencari uang, Papuk juga tidak bisa memaksakan diri untuk tetap berjalan atau beraktivitas tanpa istirahat,” kata Papuk Nur.

Kini, Papuk berharap bisa terus berjalan dan beraktivitas mencari rezeki halal. “Semoga Allah selalu melindungi Papuk dan dimudahkan rezekinya Papuk. Semoga setiap hari bisa makan dan tidak lapar lagi. Papuk juga mau beli obat, karena kalau lagi sakit kayak pusing nggak bisa beli obat. di toko,” kata Papuk Nur.

Bantuan Donasi: https://donasionline.id/perjuanganpapuknur”>https://donasionline.id/perjuanganpapuknur




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *