Breaking News
Muhamad Hilal Baru 8 Tahun, Tapi Tetap Semangat Bantu Ibunya Memulung Untuk Cari Nafkah

Muhamad Hilal Baru 8 Tahun, Tapi Tetap Semangat Bantu Ibunya Memulung Untuk Cari Nafkah

Beritagan.com – Kisah mengharukan ini datang dari seorang pemulung panti asuhan kelas tiga yang berusaha mencari nafkah untuk kedua adiknya. Muhamad Hilal (3 tahun) sudah ditinggalkan ayahnya sejak usia 3 tahun. Dia harus merasakan kerasnya dunia ketika dia masih sangat muda. Hillar tinggal bersama ibu dan dua adiknya di gubuk sederhana milik tetangga.

Dua saudara perempuan tiri dari pernikahan kedua sang ibu. Setelah ayah kandung Hilal meninggal, ibunya pindah ke Batam dari Bandung dan menikah lagi. Tapi ayah tiri mereka bahkan tidak mengasihani mereka. Untuk bertahan hidup, ibunya adalah seorang pemulung dengan penghasilan yang tidak seberapa. Hilal melihat wajah ibunya yang berkeringat dan lelah, lalu mengambil botol bekas di jalan untuk membantunya.

“Kadang saya makan sisa makanan yang saya temukan di tempat sampah padahal ibu saya tidak punya uang sama sekali,” kata Muhamad Hilal, anak yatim piatu berusia 8 tahun.

“Saat ibu saya lelah, saya membantunya bekerja karena harus menjaga adik perempuan saya yang masih sangat kecil,” kata Hilal.

Ketika anak-anak seusianya bisa bebas bermain kesana-kemari, Hillar berbeda. Dia mengambil botol tua itu untuk mencari nafkah. Kakak pertamanya masih berusia 3,5 tahun dan adik bungsunya baru berusia 11 bulan, sehingga masih membutuhkan perhatian lebih dari ibunya. Di bawah terik matahari, tubuh mungil anak yatim piatu kelas tiga harus bekerja keras bersama ibunya di jalan.

Sebagai seorang anak, Hillal menyadari bahwa suatu hari dia akan menjadi suar harapan bagi keluarganya karena dia tidak ingin mengeluh atau membiarkan segalanya berlalu. Ketika Hillar mengumpulkan sampah, dia terpaksa kelaparan karena tidak punya uang untuk makan. Bahkan Hilal terpaksa putus sekolah karena selama ini Hilal kesulitan belajar daring karena tidak ada fasilitas penunjang yang bisa digunakan.

“Kadang saya harus menahan lapar karena ibu saya tidak punya uang. Kadang-kadang saya makan sisa di tempat sampah ketika saya benar-benar lapar. dia berbisik

Sejak kematian ayah saya, ibu kami adalah satu-satunya harapan kami. Namun ibunya sering lelah dan sakit, sehingga Hillal ingin membantu pekerjaannya. Hasil yang didapat setelah dibersihkan hanya bisa mendapatkan sekitar 200.000 per minggu.

Namun, epidemi telah membuat hidup semakin sulit dan ekonomi semakin tercekik. Hilal terpaksa berhenti sekolah karena harus belajar daring. Di saat yang sama, Hilal tidak mampu membeli smartphone. Terlebih lagi, sangat sulit bagi HP untuk makan begitu saja.

“Kadang saya iri melihat teman-teman saya yang tidak kesulitan belajar online, tapi saya sadar dengan kondisi orang tua saya yang tidak mampu membeli ponsel.” dia berkata

Jika ingin berdonasi, klik link berikut: https://www.donasionline.id/kisahpiluhilal




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *