Breaking News
Potret Perjuangan Adik Sari, Kumpul Pelepah Kelapa Untuk Dijual Supaya Bisa Beli HP Untuk Ikut Kelas Online

Potret Perjuangan Adik Sari, Kumpul Pelepah Kelapa Untuk Dijual Supaya Bisa Beli HP Untuk Ikut Kelas Online

Beritagan.com –

Jika saat ini anak-anak kita bisa dengan mudah dan tenang belajar online, maka bersyukurlah. Masih banyak anak-anak di pelosok tanah air yang tidak bisa belajar online karena keterbatasan fasilitas seperti handphone.

Kisah memilukan ini dialami oleh Sari (9), siswa kelas 4 SD asal Padang, Sumatera Barat. Sari yang dulunya anak berprestasi di sekolahnya dan selalu juara kelas, prestasinya menurun. Karena satu-satunya ponsel bekas yang dimiliki Sari rusak saat digunakan untuk bekerja.

Sudah lebih dari 1 tahun Sari tidak memiliki handphone untuk menunjang pembelajaran onlinenya. Kini Sari terpaksa meminjam HP tetangga agar bisa melanjutkan sekolah. Handphone tersebut digunakan secara bergantian dengan 2 kakak laki-lakinya yang juga sedang belajar online.

Perasaan tidak enak juga muncul ketika Sari terlalu sering meminjam HP tetangga untuk mengerjakan tugas sekolah. Tak jarang Sari dan 2 kakaknya bolos pelajaran yang sangat berdampak pada prestasi mereka di sekolah karena tidak bisa belajar secara maksimal.

Bahkan di sekolah, Sari tidak punya pilihan lain ketika harus menggunakan tas yang sudah tua dan sobek. Sepatu rusak terpaksa masih digunakan sebagai alas kaki ke sekolah. seragam yang dikenakan sudah sangat usang karena pemberian orang lain.

Tidak ingin terjebak dalam kesulitan belajar dan terus menerus meminjam, Sari akhirnya memilih bekerja mencari satu atau dua silver untuk dikoleksi yang nantinya bisa untuk membeli HP. Sari mengumpulkan pelepah kelapa untuk dijual ke pengepul seharga 1.500 tandan. Terkadang Sari hanya mendapat 3 tandan sehari.

“Kami hanya makan nasi dan garam untuk makan, terkadang kami harus menahan lapar, apalagi membeli ponsel. kami tidak punya uang.” cerita sari

Ibunya hanya bekerja sebagai pembuat sapu, tetapi sekarang dia kesulitan bekerja karena menderita asam urat. Sejak lahir, Sari tidak pernah mengenal ayahnya, karena ayahnya meninggal saat Sari dalam kandungan akibat komplikasi.

Rumah yang mereka tinggali sangat sederhana dan status mereka menumpang dengan orang lain. Tidak ada WC, bahkan bangunannya sangat sulit dan reyot.

Sahabat, setiap hari Sari hanya berharap memiliki handphone untuk menunjang pembelajarannya di masa pandemi Covid-19. Sedih kalo ketinggalan pelajaran

Bantuan Donasi: https://www.donationline.id/ Pendidikansari




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *