Breaking News
Potret Perjuangan Seorang Ayah, Antarkan Orderan sambil Bawa Anknya Karena Tak Ada yang Jaga

Potret Perjuangan Seorang Ayah, Antarkan Orderan sambil Bawa Anknya Karena Tak Ada yang Jaga

Beritagan.com –

Kisah ayah tunggal ini membuat saya meneteskan air mata.

Orang tua selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Apapun suasananya kembali terjalin. Termasuk di masa pandemi seperti ini Akibat pandemi corona yang masih berlangsung, banyak orang tua yang terpaksa harus kehilangan pekerjaan. Sementara menghidupi keluarga dalam suasana seperti saat ini bukanlah hal yang mudah.

Kisah seorang ayah tunggal berusia 24 tahun benar-benar meneteskan air mata. Dia terpaksa membawa putranya yang berusia 3 tahun untuk bekerja.

Sang ayah, yang dikenal sebagai Lin, melakukan 2 pekerjaan sehari dengan putranya. Kejadian ini kemudian menarik perhatian netizen setelah foto ayah dan anaknya tersebar di internet.

Lin diharuskan bekerja sebagai pekerja konstruksi pada pagi hari dari pukul 8.30 hingga 17.30. Setelah itu, ia langsung memulai pekerjaan keduanya sebagai pengantar makanan paruh waktu dari jam 6 sore sampai jam 10 malam apalagi sampai tengah malam.

Suatu hari, Lin membawa putranya bersamanya ketika dia membawa makan malam di malam hari. Setelah itu acara ini menarik perhatian semua orang yang melihatnya dan memotretnya.

Kisah Lin dan putranya kemudian menarik perhatian media lokal. Media kemudian menanyakan bagaimana ia membagi waktunya antara bekerja dan mengurus anak.

Lin mengatakan ada kalanya dia harus mengantar putranya ke tempat kerja. Sebab, tidak ada seorang pun di rumah yang bisa merawatnya.

Selama ekspedisi pengiriman makanan, putranya akan duduk di bangku belakang dengan kotak makan siang diikatkan ke punggungnya. Terkadang putranya tertidur tanpa direncanakan.

Untuk kenyamanan, Lin menempatkan putranya di kursi depan sehingga dia bisa diawasi. Terkadang Lin juga bekerja membawakan minuman dalam jumlah banyak sedangkan anaknya membantu minum.

Namun Lin tak lupa memberikan sedikit suguhan kepada anaknya jika ia sedikit rewel. Semacam permen lolipop. Lin, yang berpisah dari istrinya beberapa tahun kemudian, harus membesarkan putranya sendirian. Ia membutuhkan 30 ribu dolar Taiwan atau setara dengan Rp. 14,7 juta, per bulan untuk biaya hidup.

Meskipun kelelahan di penghujung hari, perasaan itu menghilang saat Lin melihat senyum putranya. Dia mengatakan selama putranya tumbuh nyaman dan bahagia, semua usahanya tidak akan sia-sia.




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *