Breaking News
Pria Gay di Argentina Berhasil Dapat Hak Asuh Untuk Adopsi Anak

Pria Gay di Argentina Berhasil Dapat Hak Asuh Untuk Adopsi Anak

Beritagan.com – Seorang pria gay dan lajang bernama Pablo Fracchia yang tinggal di Argentina berhasil mengadopsi seorang putri. Ia memiliki cita-cita menjadi seorang ayah, namun statusnya sebagai gay membuatnya sulit untuk mewujudkannya.

Di tahun 2019, Pablo berhasil mengadopsi 4 sahabat lainnya. Bagi Pablo, jalannya memperjuangkan adopsi sangat rumit. Dia harus mengatasi kesulitan itu sendiri untuk membangun sebuah keluarga dengan putri angkatnya.

Pablo adalah pekerja sosial, relawan Palang Merah, dan aktivis LGBTQ+. Sepanjang hidupnya, dia bermimpi menjadi seorang ayah. Namun, dia sangat bimbang antara mengejar mimpinya atau selalu menjadi gay.

“Sungguh kejam bagi seorang anak muda yang harus memilih antara menjadi dirinya sendiri atau memenuhi salah satu mimpinya,” kata Pablo. Sebagai seorang aktivis LGBTQ+, dia bekerja sama dengan Federasi LGBTQ+ Argentina untuk memperjuangkan pernikahan yang setara.

Pablo sebelumnya sudah melupakan mimpinya, tapi kembali lagi. Inspirasi memiliki keluarga yang sudah lama menghilang, terutama memiliki anak, sudah lama muncul di benak saya, kata Pablo.

Pada 2017, setelah melalui perawatan dan berubah pikiran, ia memutuskan untuk mengejar mimpinya. Pablo kemudian mengatasi semua ketakutan dan ketidakpastiannya.

“Seperti yang selalu saya katakan, ketika akan mengatasi rasa takut, saya memutuskan untuk melanjutkan dan mengisi dokumen untuk memulai proses adopsi,” katanya.

Bagi Pablo, proses adopsi di Argentina memakan waktu cukup lama. Di daerah asal, yang memilah orang tua dan memutuskan mendapat atau tidaknya hak angkat adalah hakim keluarga.

“Itu semua tergantung pada hakim apakah dia sensitif, terbuka, atau cukup inklusif untuk berpikir bahwa lelaki gay lajang bisa menjadi orang tua yang baik untuk seorang anak,” kata Pablo.

Dalam proses adopsi tahun 2019, ia bersaing dengan 4 orang pendampingnya untuk dievaluasi oleh pengadilan menjadi orang tua baru. Pada akhirnya, ia berhasil menerima adopsi tersebut dan hakim cukup objektif dalam mengambil keputusannya.

“Keesokan harinya, saya ke rumah sakit untuk menemuinya (anak yang akan diadopsi). Saya belum sempat melihatnya, apalagi di foto,” ujarnya. Anak bernama Mia berusia 1 tahun 10 bulan. Bagi Pablo, Mia memiliki masalah pencernaan yang membutuhkan pengobatan.

Dia telah ditinggalkan oleh keluarga kandungnya di rumah sakit selama setahun karena mereka tidak mampu merawatnya. Pablo diantar oleh perawat ke ruangan tempat dia dan Mia bertemu.

“Kami berpelukan lama sekali. Beberapa menit setelah itu, Mia menunjuk sebuah mainan dan memainkannya. Dia agak mengangguk padaku untuk mengajakku masuk dan ikut bermain,” kata Pablo.

Setelah menjadi ayah bagi Mia, Pablo harus meninggalkan aktivitasnya sebagai relawan Palang Merah dan misi kemanusiaan lainnya. Alasannya karena dia dan Mia akan tinggal jauh dari rumah untuk waktu yang lama.

“Menjadi relawan Palang Merah adalah bagian besar dari diri saya. Saya telah menghabiskan beberapa tahun dalam hidup saya sebagai sukarelawan,” kata Pablo.

Baginya, nilai dan prinsipnya telah berhasil membentuk dirinya sebagai seorang pria.” Inspirasi untuk keluar dari organisasi itu sangat sulit tapi proporsional, dan saya ingin melakukannya lagi,” ujarnya.




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *