Breaking News
Sabar dan Setia Rawat Putranya yang Dipasung Selama 20 Tahun, Simak Kisah Perjuangan Nenek Ester

Sabar dan Setia Rawat Putranya yang Dipasung Selama 20 Tahun, Simak Kisah Perjuangan Nenek Ester

Beritagan.com –

Tidak ada ibu di dunia ini yang tidak mencintai anak kandungnya sendiri. Apalagi jika anak mengalami gangguan jiwa. Mirip seperti ibu Ester Deke. Mengutip dari Kompas. com, di usia 74 tahun, ia masih tabah dan setia merawat anaknya yang dipasung karena gangguan jiwa.

Nenek Ester berasal dari Desa Sembong-Mok, Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Provinsi NTT. Saat ini dia hanya tinggal bersama anak-anaknya. Sang suami, Marselinus Nggeza, meninggal pada 1982.

Putra bungsunya adalah Anus, sedangkan putra keduanya adalah Fransisku Kari Ghalis (48). Hanya anak-anaknya yang menemaninya setiap hari. Namun, kenyataan pahit harus mengenai putra keduanya, Francis.

Francis menderita skizofrenia. Sejak tahun 2000, ia harus dikurung di sebuah gubuk kecil di sebelah rumahnya. Ya, karena sikap Fransiskus saya membahayakan orang-orang di sekitarnya.

Faktanya, Francis tumbuh sebagai pemuda yang baik hati. Apalagi dia bisa mengenyam pendidikan sekolah menengah pertama di salah satu biarawati di Kota Ende.

Namun, pada suatu saat, Francis langsung berkembang menjadi sosok pemuda yang memukau. Keluarga dan penduduk desa saya merasa ngeri dengan Francis saya.

Dia tidak suka kebisingan, terutama keramaian. Benda-benda di sekitarnya bisa dibuang. Apalagi saat dikunjungi orang penting di kotanya, seperti salah satu anggota DPRD Manggarai Timur, Gorgonius Bajang, Fransiskus terlihat geram.

pesta kompas. com juga membuat sulit untuk melihat bentuk Francis dari dekat. Hanya belenggu kakinya yang bisa dilihat.

Tidak ada keluarga yang ingin anggotanya dibelenggu. Tapi apa boleh buat, sepertinya menggandeng Francis adalah salah satu pilihannya. Namun, nenek Esther selalu tabah dan setia menjaga anaknya, dengan membagi konsumsi perutnya setiap hari.

“Selama bertahun-tahun anak saya sakit dan terbelenggu. Sebagai seorang ibu, saya tabah dan setia berbagi makanan dengannya. Dan juga anak bungsu yang selalu membagikan makanan. anak,” katanya.

“Dia sering ribut di rumah. Lalu kadang bicara sendiri. Marah juga sama orang,” ujarnya. Apalagi bagi masyarakat setempat, Fransiskus sempat melakukan aksi kekerasan terhadap sebuah komunitas.

Ya, Nenek Esther dengan penuh kasih merawat anaknya yang terbelenggu.

Nenek Esther mengaku selama ini belum sempat mendapat semangat, kecuali satu kali karena pandemi virus corona.

“Sejak tahun 1982 saya tidak bisa mengejan, baru kali ini saya bisa karena virus ini,” keluh ibu Ester di depan Yohanes Tobi, Marselis Sarimin, Gorgonius Bajang.

Namun, Kepala Desa Mbengan, Yohanes Tobis melaporkan, ibu dan keluarga Ester telah ditampung sebagai salah satu penerima bantuan langsung tunai atau BLT dari dana desa.

“Iya pak, saya sudah memasukkan mereka sebagai salah satu penerima BLT kemarin. Mama Ester, tolong juga belanja obat dan kebutuhan Fransiskus,” pinta kepala desa itu.




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *