Breaking News
Sudah 3 Tahun Melawan Kanker Ganas Di Mulut, Bu Samiyem Hanya Bisa Berdoa

Sudah 3 Tahun Melawan Kanker Ganas Di Mulut, Bu Samiyem Hanya Bisa Berdoa

Beritagan.com – “Saya menahan rasa sakit itu selama berbulan-bulan sebelum rasa sakit di gusi saya membawa saya ke puskesmas. Saya kira hanya sakit gigi biasa, tapi ternyata ada tonjolan yang mengeluarkan darah.

Setelah dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan, hasilnya adalah kanker kelenjar ludah dan kata dokter saya harus diberikan kemoterapi dan penyinaran. Sudah 2 tahun masih belum sembuh malah sekarang tambah sakit..

Saya bahkan menjual tanaman jati dan kambing untuk pengobatan. Tapi kemarin kata dokter, saya harus kemo dan minum obat teratur. Ya Allah.. saya ingin sekali sembuh, tapi sekarang saya tidak punya apa-apa lagi untuk dijual..” – Ibu Samiyem,

Sudah 3 tahun Ibu Samiyem berjuang melawan ganasnya sel kanker yang menggerogoti kelenjar ludah di mulutnya tanpa ampun. Wujud suami yang dulu menemaninya saat sakit, kini telah hadir di hadapan Allah swt.

“Kalau kambuh, benjolan kanker di gusi saya terasa perih, sampai kepala saya pusing dan tidak bisa bangun.

Selama ini saya juga susah makan, karena setiap mengunyah makanan rasanya sakit sekali.

Tonjolan kecil di dekat gusinya terus berdenyut nyeri, apalagi sesekali mengeluarkan darah. Setiap kali dia makan, dia selalu tersiksa oleh rasa sakit saat mengunyah. Dia juga hanya bisa makan bubur, tahu, atau pisang.

Akhirnya diberitakan, sel kanker di mulut Bu Samiyem masih “hidup”, dan tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. Hingga, ia masih harus melakukan kemoterapi 50 kali lebih dan rutin minum obat dengan harga 1,5 juta.

Dari pagi hingga tengah malam, putrinya, Kasilah, terus menginjak mesin jahitnya dengan bonus hanya 30 ribu per hari. Karena hasil penjualan tanaman jati dan seekor kambing telah digunakan untuk membiayai pengobatan sebelumnya.

“Setiap hari saya bekerja sebagai buruh jahit setiap hari dengan gaji 30 ribu, saya dapat kurang juga, tergantung jumlah kreasi. Makanya kadang saya tidak tidur supaya bisa menjahit lagi.

Setiap hari saya menabung setengahnya untuk membayar biaya ke rumah sakit, karena ibu masih harus menjalani kemo hingga 50 kali lebih dan harus minum obat yang mahal. Kasihanilah putri Nona Samiyem

Saat persediaan obat habis, jika sakit benjolan di mulutnya kambuh, Kasilah hanya bisa mengoleskan minyak ke rahang ibu sambil berdoa, berharap rasa sakit yang ibu rasakan segera hilang.

Ibu Samiyem yang saat ini sedang mempertaruhkan nyawanya hanya bisa berdoa agar bisa bertahan lebih lama lagi, karena mimpinya adalah melihat putri satu-satunya menikah dan berkeluarga.




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *