Breaking News
Tak Pernah Capek Saat Urus Anak Sambil Dagang Bakso, Bapak Ini Bilang Capeknya Langsung Hilang Saat Lihat Anaknya Senyum

Tak Pernah Capek Saat Urus Anak Sambil Dagang Bakso, Bapak Ini Bilang Capeknya Langsung Hilang Saat Lihat Anaknya Senyum

Beritagan.com –

Orang tua ingin selalu melakukan yang terbaik untuk anaknya, terutama wujud seorang ayah yang ingin selalu berusaha keras untuk kehidupan keluarganya. Semacam potret pengorbanan seorang ayah untuk anaknya, dalam sebuah gambar yang tersebar di jejaring media sosial membuat publik terharu.

Gambar tersebut diunggah oleh akun [email protected] Gambar tersebut menunjukkan seorang pedagang bakso yang ditusuk sedang menggendong anaknya.

Bapak penjual bakso sate ini terlihat kembali melayani pelanggan yang membeli dagangannya. Ia terlihat menggunakan gerobak dorong untuk menjajakan dagangannya, ia terlihat menggendong anaknya menggunakan kain jarik. Saat melayani pelanggan, sang ayah selalu menggendong anaknya yang masih kecil.

Ia terlihat mengenakan kemeja berkerah bermotif putih, keduanya terlihat mengenakan topi. Berdasarkan unggahan tersebut, ayah penjual bakso itu selalu membawa serta anaknya saat berjualan. Dia melakukan ini setelah istrinya pergi dan tidak pernah kembali. Postingan tersebut menyebutkan bahwa bapak penjual bakso itu selalu berjualan di dekat Jalur Swadaya PLN, Klender, Jakarta Timur.

“Bapak jual bakso sate di sekitar PLN Klender Swalayan Line, selalu bawa anak-anaknya karena istrinya pergi dan tidak kembali,” tulis akun tersebut, dikutip Beritahits. id, Senin (22/3/2021).

Sang ayah selalu menggendong anaknya memakai kain jarik di punggungnya. Sementara itu, dia masih menekan gerobak bakso. Potret ayah penjual bakso yang selalu mengajak anaknya berjualan membuat netizen merasa iba dan terharu. Mereka pun membanjiri kolom opini postingan tersebut dengan doa untuk penjual bakso tersebut.

“Saya suka tidak kuat kalau melihat bapak-bapak menjual anaknya. Daripada memberi kepada pengemis, lebih baik memberi kepada bapak-bapak ini dengan membeli supaya bapak dan anak cepat pulang untuk istirahat sebentar. Kasihan sekali istrinya meninggalkannya. Duh, aku tidak tega melihat ayah yang menyayangi anaknya ini,” kata netizen.

Kisah perjuangan seorang ayah, juga dialami oleh seorang ayah tunggal berusia 24 tahun, yang bekerja 2 jenis pekerjaan dalam satu hari, untuk menghidupi dirinya dan anaknya yang berusia 3 tahun. Kisah tersebut pun menarik perhatian netizen setelah foto dirinya dan putranya diunggah di internet. Pria yang akrab disapa Lin ini bekerja sebagai pekerja konstruksi pada siang hari dari pukul 08.30 hingga 17.30.

Setelah bekerja, ia akan segera memulai pekerjaan keduanya sebagai pengantar makanan paruh waktu. Dia bekerja dari jam 6 sore dan akan bekerja sampai jam 10 malam, atau bahkan hingga tengah malam pada beberapa kesempatan. Rata-rata, dia akan bekerja lebih dari 13 jam sehari.

Seringkali, Lin membawa putranya bersamanya ketika dia membawakan makanan yang menarik perhatian para saksi yang telah memotretnya. Ayahnya selalu membawa anaknya yang berumur 3 tahun untuk bekerja, tidak jarang anaknya juga tertidur tanpa direncanakan.

Kisahnya dengan cepat menarik perhatian media lokal yang melakukan wawancara dengannya, di mana dia berbagi cerita tentang pekerjaan paruh waktu dengan seorang putra. Lin menjelaskan bahwa ada kalanya dia harus membawa anak itu bersamanya karena tidak ada orang di rumah yang menjaganya.

Selama perjalanan saat mengantar makanan, biasanya anaknya suka duduk di belakang, dengan kotak makanan yang diikatkan tepat di punggungnya, tak jarang sang anak selalu tertidur tanpa direncanakan.

Jadi, untuk membuat kondisi putranya nyaman, Lin menempatkan putranya di depan sambil mengawasinya. Terkadang Lin membawa banyak minuman sekaligus, putranya juga menawarkan untuk membantunya dengan minuman. Ketika putranya sedikit rewel, Lin sesekali memberinya permen lolipop.

Sejak Lin berpisah dari istrinya, ia menjadi anak tunggal dan mandiri dalam membesarkan putra tunggalnya. Dia mengatakan biaya hidupnya bisa mencapai 30.000 dolar Taiwan, tutup (Rp 14.644.965) dalam satu bulan. Ia juga dituntut untuk bekerja dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

Ia menambahkan meski lelah, namun ketika melihat anaknya tersenyum maka rasa lelahnya hilang. Dia mengatakan bahwa selama putranya berkembang dengan nyaman dan bahagia, semua usahanya akan membuahkan hasil.

Kasih sayang orang tua tidak perlu diragukan lagi, karena apapun kondisinya, mereka akan terus berjuang demi keluarga tercinta. Maka hargailah pengorbanan, cinta dan air mata orang tua kita.




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *