Breaking News
Tiap Hari Jalan Kaki 30 km, Mbah Siti Harus Berjuang Jualan Jamu Untuk Menyambung Hidup

Tiap Hari Jalan Kaki 30 km, Mbah Siti Harus Berjuang Jualan Jamu Untuk Menyambung Hidup

Beritagan.com – Mbah Siti Sundarmi (Mbah Siti Sundarmi) atau lebih dikenal dengan mbah Siti Gong (mbah Siti Gong) adalah seorang penjual jamu dengan sejarah 50 tahun. Pekerjaan yang dia lakukan adalah untuk menafkahi keluarganya. Karena saat itu suaminya terkena stroke. Namun tidak lama kemudian, suaminya meninggal. Oleh karena itu, Mah Siti harus bekerja sendiri untuk menghidupi keluarga.

Setiap hari mbah Siti harus bangun setiap pagi untuk membuat jamu. Jangan lupa, dia masih sholat subuh, lalu buru-buru jualan jamu dimana-mana. Perjuangan belum usai. Ketika sudah tua, ia memilih hidup sendiri karena tidak ingin mengganggu anak-anaknya dan lebih memilih tinggal di rumah sendiri. Karena pekerjaan anaknya hanya sebagai buruh serabutan. Oleh karena itu, rumah petak sederhana menjadi tempat peristirahatan yang paling nyaman.

Setiap hari, ia harus membawa pot tanah liat dengan kain di punggungnya dan berkendara sejauh 30 kilometer ke Pasar Genuk. Kendil yang dibawanya sangat berat karena berisi Jamu Coro yang masih penuh. Namun, dia masih cukup kuat untuk membawanya, karena dia sudah terbiasa sejak lama. Kembali ke Demak dari Pasar Genuk di Semarang, ia pun naik bus. Cara meninggalkan rumahnya jauh dari gang-gang pinggir jalan utama, kadang sehabis jualan rumah, sepulang kerja atau jalan-jalan ke tetangga.

Sejak pandemi, jamu yang dijual berbeda dengan hari biasa. Namun, Nenek Siti Gong selalu bersyukur karena barang dagangannya setiap hari habis. Orang yang membeli jamu sering memberinya uang tambahan, tetapi dia juga sering menjual lebih banyak jamu kepada pelanggannya. Dalam keadaan pas-pasan pun, Siti Gong masih ingat dengan cicitnya dan sering mendonasikan uang atau jajan untuk cicitnya.

Untuk makan sehari-hari, terkadang anak-anak yang tinggal di dekat rumahnya akan membawa makanan, dan terkadang mereka akan membeli makanan di pasar Genuk untuk dimakan di rumah. Tinggal di rumah bata membuatnya bersyukur karena bangunannya sudah direnovasi oleh pemerintah. Namun, meskipun dapur Jamu Coro sudah matang, tetapi sudah direnovasi karena rumahnya dekat dengan rawa dan tidak lebih tinggi dari rawa.

Bantu Donasi: https://kitabisa.com/pedulimbahjamu?utm_source=socialsharing_donor_web_null&utm_medium=share_campaign_copas&utm_campaign=share_detail_campaign




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *