Breaking News
Tidur Dalam Ketakutan, Nenek Murwiri Hanya Bisa Pasrah Tidur di Gubuk Kecil

Tidur Dalam Ketakutan, Nenek Murwiri Hanya Bisa Pasrah Tidur di Gubuk Kecil

Beritagan.com –

Namanya Nenek Murwiri (62 tahun), perempuan tua yang sendirian berjuang hidup di pinggir pantai dengan gubuknya yang reyot melawan angin kencang dan hujan yang menggenangi rumahnya setiap malam.

“Saya sedih, setiap malam saya takut ketika ada angin kencang dan hujan, mendorong ke sudut rumah khawatir rumah saya akan runtuh,” kata nenek Murwiri dengan nada sedih dan menahan air matanya.

Berteduh di bawah gubuk reyot berukuran 2×4 m di lahan pinjaman petani bunga melati, lokasi tempat tinggalnya hanya berjarak 4 kilometer dari balai desa Tasikrejo. Untuk menuju rumahnya, Anda harus menempuh jalur pantai berpasir yang membutuhkan kehati-hatian untuk tiba di lokasi. Gubuk tersebut menggunakan penerangan seadanya dengan lampion (cemplik). Sesekali menjelang senja, nenek Murwiri menemukan lampu tenaga surya yang dibiayai oleh pemerintah setempat.

“Saya tidak punya anak, saya tidak punya suami lagi, tempat tinggal mereka reyot, banjir terus, kalau angin kencang saya hanya bisa menangis, mau minta tolong ke siapa?” katanya sambil tersenyum getir menahan air mata.

Nenek Murwiri tidak tidur semalaman, karena tadi malam hujan turun dan rumahnya dirampok hingga setengah lututnya. Nenek hanya pasrah dengan menangis karena takut gubuknya roboh. Lari ke pojok dapur dan tidur di atas kayu bakar menangis sampai pagi sambil menunggu hujan reda.

Angin laut yang menerpa tubuhnya pagi dan malam sudah menjadi santapannya sehari-hari. Apalagi mandi dengan air garam juga menjadi pengalaman sehari-hari nenek Murwiri.

Nenek Murwiri memiliki rabun jauh dan tonjolan di leher membuatnya sulit untuk bekerja, matanya terlalu terang untuk melihat, dia hanya bisa bekerja saat mendung, saat cerah, Nenek Murwiri tidak bisa melihat dengan jelas.

Mulanya nenek Murwiri hanya menunggu untuk menjadi pemetik melati. Umumnya menemukan 1 kilogram harganya 10.000 rupiah. Saat ini bunga melati belum ada, belum ada pekerjaan memetik bunga melati sehingga Nenek Muriwiri tidak ada penghasilan. air untuk minum kalau ada uang nenek membeli air bersih, sering tanpa uang dan mengumpulkan air hujan untuk nanti dia masak dengan kayu bakar.

“Manusia yang sangat dicintai Allah adalah manusia yang sangat bermanfaat dan bermanfaat bagi manusia lainnya. Sedangkan amalan yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan kepada orang lain atau menghapus kesulitan orang lain, atau menambah hutang orang yang tidak mampu membayarnya, atau memberi makan kepada orang yang lapar, dan jika seseorang berjalan untuk membantu orang yang dalam kesulitan, itu lebih dari saya. lebih memilih untuk memberikan tikaf di masjid saya selama satu bulan.” (Diriwayatkan oleh Thabrani).

Bantu Donasi




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *