Breaking News
Walaupun Diejek Karena Badannya Kerdil, Adik Ismail Tetap Semangat Belajar Demi Membahagiakan Bapak dan Ibunya

Walaupun Diejek Karena Badannya Kerdil, Adik Ismail Tetap Semangat Belajar Demi Membahagiakan Bapak dan Ibunya

Beritagan.com –

Malang tak bisa dipungkiri, itulah yang bisa menggambarkan kehidupan remaja 14 tahun yang menderita stunting sejak lahir.

“Saat itu sekelompok anak sedang bermain di Desa Manggala, Sulawesi Selatan. Di antara mereka ada satu anak yang mencuri perhatian kami, ternyata anak itu bernama Ismail Sigit. dia saat ini berusia 14 tahun, sepertinya sedang bermain,

Namun kondisi fisiknya berbeda, tingginya hanya sekitar 60 cm. Terlihat lebih pendek dari teman sebayanya, bahkan indera pendengarannya tidak berfungsi dengan baik dan harus memakai alat bantu dengar.

Ismail Sigit adalah anak pertama dari Pak Saharudin dan Ibu Rabasia. Dia memiliki 2 adik laki-laki yang berbeda usia 2 tahun dan 4 tahun. Selain mengalami keterbatasan tumbuh kembang, Ismail juga harus menggunakan alat bantu dengar baru untuk bisa mendengar dengan baik.

Apalagi cara bicaranya tidak begitu jelas. Dia hanya bisa mengerti pembicaraan orang jika dia menggunakan alat bantu dengar. Bu Rabasiah bercerita bahwa ketika Ismail lahir, berat badannya di bawah batas normal, dan dia bahkan dijatuhi hukuman mati

Faktor ekonomilah yang menghambat pertumbuhan Ismail, sehingga mengakibatkan gizi buruk. Kini Ismail malu dengan kondisi fisiknya bahkan enggan untuk bersekolah karena sering diejek oleh teman-temannya. Ismail saat ini duduk di kelas 3 SMP

“Saya sedih setiap kali saya pergi ke sekolah, saya bertemu teman-teman saya, saya selalu diejek sebagai orang kerdil. Tapi aku harus tetap semangat dan kuat, ini demi membahagiakan kamu dan ibumu,” kata Ismail .

Meski memiliki keterbatasan, Ismail dikenal sebagai anak yang rajin dan patuh kepada orang tuanya. Saat ini ayah saya hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibunya hanya bekerja sebagai penjual kue. Keduanya tidak memiliki pendapatan tetap dan banyak lagi.

Oleh karena itu, untuk meringankan beban orang tuanya, Ismail membantu keuangan keluarga dengan menjual bensin eceran. Apalagi sekarang lebih banyak belajar online daripada tatap muka.

Anda tidak mampu membelikan ponsel untuk Ismail belajar, karena susah makan setiap hari. Oleh karena itu, ia mengumpulkan uang dari penjualan bensin eceran agar bisa bersekolah dengan baik dan tidak ketinggalan pelajaran.

Bantu Donasi Klik Link Berikut : https://www.donationline.id/ Pendidikanismail




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *