Breaking News
Walaupun Hidup Sendiri, Nenek Penjual Jamu Ini Selalu Tersenyum dan Bersyukur Dalam Kesehariannya

Walaupun Hidup Sendiri, Nenek Penjual Jamu Ini Selalu Tersenyum dan Bersyukur Dalam Kesehariannya

Beritagan.com –

Ketika sudah memasuki usia tua, umumnya seseorang ingin menghabiskan waktunya untuk bersantai dan menikmatinya bersama orang-orang terdekatnya, bukan? Namun nyatanya masih ada nenek dan kakek yang harus tetap berjuang mencari nafkah meski tubuh dan fungsinya tidak semuda dulu.

Seperti kisah Nenek Siti Sundarmi. Kisahnya begitu menyentuh di usia sepuh ini.

Nenek Siti Sundarmi biasa dipanggil Mbah Siti Gong. Mbah Sundarmi telah berjualan jamu selama 50 tahun. Ini juga pertama kalinya dia memulai pekerjaan ini karena suaminya terkena stroke. Namun, tidak lama setelah Mbah Sundarmi berjualan jamu, suaminya meninggal. Mbah Sundarmi juga sejak itu berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Setiap hari Mbah Sundarmi harus bangun pagi untuk membuat jamu. Pastinya sebagai seorang muslim Mbah Sundarmi tidak ingat sholat subuh. Setelah itu, Mbah langsung memberanikan diri menjual jamu. Padahal, Mbah Sundarmi punya anak, tapi anaknya hanya buruh lepas. Dia tidak ingin mengganggu putranya.

Mbah Sundarmi harus berjalan kaki 30 kilometer ke Pasar Genuk, Semarang, sambil membawa jamunya di dalam kendil dengan kain di punggungnya. Terkadang ketika kamu kembali, untungnya ada seseorang di sebelahmu yang menawarkan Mbah Sundarmi untuk menumpang. Setelah itu, peristirahatan sederhana Mbah Sundarmi yang telah direnovasi oleh pemerintah.

Hidup ini begitu keras, pandemi membuat segalanya menjadi lebih sulit. Sejak pandemi, penjualan jamu tidak sebanyak biasanya. Namun, Mbah Sundarmi selalu bersyukur dengan keadaan tersebut. Terkadang ada orang yang memberikan lebih banyak uang saat membeli jamu. Mbah Sundarmi juga terkadang membagikan lebih banyak jamu kepada pembeli.

Untuk makanan sehari-hari, Mbah Sundarmi terkadang diberikan oleh putranya yang tinggal di dekat rumah. Terkadang saya juga membelinya di Pasar Genuk ketika saya pulang.

Ketika merasa rezekinya lebih banyak, Mbah Sundarimi selalu membagikan jamunya kepada orang lanjut usia lainnya, dan juga bersedekah. Duh kalian orang baik, kalau mau bantu juga Mbah Sundarmi bisa klik Link ini




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *