Breaking News
Walaupun Punya Keterbatasan Fisik, Tapi Pak Dede Tak Pernah Menyerah Cari Nafkah

Walaupun Punya Keterbatasan Fisik, Tapi Pak Dede Tak Pernah Menyerah Cari Nafkah

Ada hal-hal yang tidak bisa kita prediksi. Peristiwa tersebut bisa terjadi kapan saja dan dimana saja tanpa kita sadari. Memang hal ini bisa membuat seseorang menjadi lebih baik, tapi bisa juga merasa kurang enak.

Namun, jika seseorang selalu mensyukuri apa yang terjadi dan keadaan saat ini, ia akan selalu berjuang untuk bertahan hidup. Seperti ini Pak Dede. Mengutip dari Kitabisa. com, ceritanya sangat menyentuh.

Pada tahun 1999, Pak Dede adalah seorang pengangkut alat berat. Meski penghasilannya tidak seberapa, ia selalu menekuni pekerjaan. Namun di satu titik, peristiwa tragis juga terjadi.

Pak Dede sedang membawa besi berat saat itu. namun tiba-tiba, besi yang berat itu jatuh dan kesimpulannya mengenai kaki kirinya. Pak Dede juga tidak tahan dengan rasa sakitnya. Darah mengalir keluar. Sejak itu, dia kehilangan salah satu kakinya.

Saat ini, meski salah satunya sudah tiada, Pak Dede selalu berusaha mencari nafkah dengan menjadi penghancur batu di Kabupaten Bandang, Jawa Barat. Ekspedisi dari rumah ke kantor juga tidak dekat. Ia harus berjalan dengan satu kaki sejauh 2-3 Kilometer.

Pak Dede setiap hari berdiri dengan satu kaki dan menurunkan batu-batu besar dengan kedua tangan. Sementara pendapatannya tidak menentu. Setelah membongkar batu, Pak Dede tidak yakin dapat pesanan. Kadang-kadang bahkan tidak ada satu pesanan dalam seminggu.

Namun, Pak Dede tidak mengeluh dengan kondisinya saat ini. Dia mencoba yang terbaik untuk menjadi orang yang alami adalah mencari nafkah meskipun hidup tanpa satu kaki. Yang jelas, dia masih bisa hidup dan melihat kedua anaknya.

“Tuhan mungkin berkehendak lain, saya ikhlas dengan keadaan seperti ini. Saya berusaha menjadi orang biasa. Mencari nafkah untuk keluarga. Walaupun rasanya sangat sakit ketika berdiri dengan satu kaki tanpa alat bantu apapun, itu perlu. untuk memecahkan batu besar. Tapi hidup sudah diatur, kita hanya bisa menerima dan melaksanakan. Artinya, saya masih bisa melihat kedua anak saya, Adi dan Suci. Saya ingin bersama mereka sampai mereka tua.”

Sungguh miris sekali menyukai cerita Pak Dede. Pak Dede tampaknya membutuhkan bantuan untuk kebutuhan hidupnya serta kaki palsu.

Yang mau nyumbang sebagian rezekinya bisa klik disini Link ini Ya! Terima kasih orang baik!




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *