Breaking News
Wanita Ini Buktikan Bisa Lulus Cumlaude, Walaupun Sering Dihina Tetangga karena Anak Kernet Truk

Wanita Ini Buktikan Bisa Lulus Cumlaude, Walaupun Sering Dihina Tetangga karena Anak Kernet Truk

Beritagan.com –

Membungkam hinaan dengan prestasi, keren banget!

Banyak di luar sana yang dipandang sebelah mata, terutama oleh orang-orang terdekatnya karena latar belakang baik ibu maupun ayah. Mereka berpikir bahwa latar belakang yang tidak bagus, seperti ketidakmampuan, tidak akan pernah berhasil. Sementara itu, kenyataannya banyak orang dengan latar belakang ini tetapi sukses besar.

Berikut ini adalah kisah seorang wanita bernama Indri Suwarti. Ia mengaku sering dibully oleh tetangganya karena ayahnya seorang kernet. Namun, ia kemudian mengembalikannya dengan prestasi yang membanggakan.

Dikutip dari laman Merdeka. com, Indri menuturkan, sang ayah sebenarnya bekerja sebagai asisten truk. Tak hanya itu karena pekerjaan sebagai asisten truk yang sering tidak menentu, sang ayah juga seorang pemetik kelapa.

Di sisi lain, ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu Indri dulunya bekerja di toko barang plastik, namun karena setelah itu ia jatuh sakit dan dirawat cukup lama di rumah sakit, pada akhirnya ibu tersebut berhenti bekerja.

“Ayah saya bekerja serabutan, menjadi sopir truk. Terkadang saat hujan dan truk tidak pergi ke sungai, ayah saya mencari pekerjaan lain atau terkadang tidak bekerja. Ayah saya juga terkadang bekerja sebagai kuli bangunan atau memetik kelapa jika ada yang memintanya,” kata Indri.

Saat lulus dari SMK pada tahun 2015, Indri tidak punya rencana untuk melanjutkan studinya. Karena dia tidak punya gaji dan tidak mau membebani ibu dan ayahnya. Rencana ini sempat disesalkan oleh guru-gurunya karena ia adalah siswa yang berprestasi.

“Padahal sebenarnya orang tua saya ingin saya kuliah. Nah, saya dinasihati oleh guru-guru saya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk melanjutkan sekolah. Kata guru saya, dia bilang sayang sekali kalau dia tidak kuliah. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mengajukan beasiswa Bidikmisi dan mendaftar SBMPTN,” kenang Indri.

Indri diterima di Jurusan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Hasil ini langsung membuat bangga ibu dan ayahnya.

“Saya dari dulu ingin kuliah di Unsoed dengan jurusan belajar karena saya dari dulu ingin jadi guru. Kesimpulannya saya ambil Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia,” ujarnya.

Anak pertama dari 2 bersaudara ini mengaku sering mendapat opini negatif dari orang-orang tetangga yang tidak menyukai keluarganya. Orang-orang tetangga sering mencibir Indri yang terus belajar setelah lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan segala keterbatasan ekonomi.

“Sering ada yang bilang minta kuliah, kalau nggak punya uang ya nggak usah kuliah. Ada juga yang mengatakan kenapa kuliah jurusan sastra untuk apa. Saya juga dihina bapak saya, katanya anaknya kuliah, tapi bapaknya tidak bisa mengidentifikasi tangannya,” ujarnya geram. Biar orang mau menghina apa. Yang artinya tunjukkan padaku jika aku bisa. Lagi pula, apa yang mereka katakan itu tidak benar,” tambahnya.

Setelah melewati masa kuliah dan menerima segala hinaan dari tetangganya, Indri berhasil meyakinkan dirinya bisa berprestasi. Dia membuat bangga ibu dan ayahnya dengan lulus cum laude.

“Saya juga tidak menyangka kalau bisa lulus cum laude saya akan menjadi wisudawan terbaik. Saya lulus cum laude karena saya berusaha sebaik mungkin untuk belajar saat ujian, mengerjakan tugas dengan serius,” tambahnya.

Salut untuk Indir. Kondisi sulit dan banyak hinaan yang mendera, tak membuatnya putus asa. Ia pun semakin bersemangat dan kesimpulannya mampu membungkam hinaan dengan prestasi membanggakan.




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *