Breaking News
Ibu Pencari Cacing Ini Berjuang Sendirian Nafkahi 5 Anaknya Setelah Ditinggal Suaminya

Ibu Pencari Cacing Ini Berjuang Sendirian Nafkahi 5 Anaknya Setelah Ditinggal Suaminya

Beritagan.com –

Ibu Sri Zainiah (38) harus bertahan di tengah perekonomian yang pelik. Dia memiliki 7 anak. Namun putra sulungnya yang berusia 16 tahun tinggal bersama neneknya karena harus merawat neneknya yang sakit. Anak bungsunya yang berusia 1 tahun diasuh oleh adik Ny. Sri. Hanya 5 anaknya yang sekarang tinggal bersama Ibu Sri.

Suami Bu Sri pergi tanpa kabar dan tidak menafkahi keluarganya. Sesekali suaminya datang hanya untuk melihat anak-anaknya sebentar. Ibu Sri dan 5 anaknya sering kelaparan, bahkan hanya bisa makan siang. Setiap pagi mereka hanya bisa minum air putih.

Ibu Sri yang masih memiliki anak berusia 2 tahun, tidak bebas beraktivitas apalagi bekerja. Hanya anaknya yang berusia 14 dan 11 tahun yang bisa diandalkan. Mereka berjalan 7 KM setiap hari ke sungai untuk mencari cacing. Setiap mok (kaleng susu) cacing yang dijual ke pengepul cacing dihargai 5 ribu rupiah.

Mereka bisa mengumpulkan 10 cacing mok sehari. Upah 50 ribu yang didapat biasanya dititipkan kepada pengumpul cacing untuk ditabung. Anak Bu Sri biasa bawa 40 ribu ke rumah untuk makan. Tapi saat musim kemarau, mereka hanya mendapat 20 ribu.

“Apapun yang kami lakukan untuk membantu mamak. Kami tidak ingin mamak sedih dan tidak makan. Mamak juga tidak perlu bekerja, cukup jaga adiknya di rumah dan doakan kami agar kami bisa terus bekerja. untuk membantu kubur,” kata anak ketiga Bu Sri, Akbar.

Sejak sistem sekolah online, anak-anak Bu Sri tidak sekolah lagi karena tidak memiliki handphone. Bu Sri sedih anaknya tidak sekolah, tapi apa boleh buat? Makan sendiri susah, keluarga Bu Sri harus bisa menabung. Sedangkan pada sore hari, anak-anak Bu Sri mencari kepiting untuk uang tambahan. Biasanya mereka mendapatkan uang 7.500 dari setengah kilo kepiting yang mereka dapatkan.

Rumah Bu Sri yang berada di dekat Paluh sering kebanjiran air laut saat air pasang. Anak-anak Bu Sri kedinginan dan tidak bisa tidur ketika air masuk. Terkadang tetangganya membantu mengevakuasi keluarga Bu Sri saat air pasang. Tetangganya juga memberikan sedikit seng kepada Bu Sri agar bisa menutupi tembok yang semula ditutupi oleh spanduk-spanduk tua.

Bantuan Donasi: https://donasionline.id/bantuibusrizainiah”>https://donasionline.id/bantuibusrizainiah




Sumber Berita : viralpedia.id

About ANDRIAN KANAMOTO

Check Also

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Kisah Haru Kakek 80 Tahun ini, Hidup Sebatang Kara dan Tidak Bisa Berjalan

Beritagan.com – Selama tiga tahun terakhir, Mbah Repat tinggal sebatang kara di sebuah rumah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *